JAKARTA - Pagi hari bagi sebagian orang dimulai dengan rutinitas sederhana: membuka keran, mencuci wajah, membuat kopi, lalu menjalani aktivitas seperti biasa. Air mengalir begitu saja, seolah menjadi hal yang selalu tersedia. Namun di banyak tempat di dunia, air tidak sesederhana itu.
Bagi jutaan orang, hari mereka justru dimulai dengan perjalanan panjang hanya untuk mendapatkan air. Mereka berjalan berkilo-kilometer, membawa wadah berat, demi memastikan keluarga mereka bisa memasak, mandi, dan minum hari itu. Bahkan secara global, perempuan dan anak perempuan menghabiskan sekitar 250 juta jam setiap hari hanya untuk mengambil air.
Di saat sebagian orang menganggap air sebagai sesuatu yang biasa, bagi yang lain air adalah perjuangan.
Air Sumber Kehidupan
Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air, manusia tidak dapat bertahan hidup, pangan tidak dapat diproduksi, dan kesehatan masyarakat terancam. Dunia sebenarnya telah membuat kemajuan besar. Dalam dua dekade terakhir, sekitar 2,2 miliar orang berhasil mendapatkan akses terhadap air minum yang dikelola secara aman. Namun, perjalanan menuju akses air bersih yang merata masih panjang.
Organisasi Pangan Dunia (FAO) menyatakan, pada 2050 tiga perempat populasi dunia diperkirakan akan tinggal di daerah yang mengalami kekeringan. Ini karena pemanasan global semakin cepat melampaui kemampuan manusia untuk beradaptasi.