Menurut Arieston, intervensi permodalan seperti ini perlu diiringi dengan pendampingan agar pelaku usaha tidak hanya mendapatkan tambahan modal, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendorong peningkatan omzet sekaligus memperkuat fondasi usaha kecil di daerah.
Dalam kerangka yang lebih luas, penguatan UMKM menjadi bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif. Dengan semakin banyak pelaku usaha yang berkembang, kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga diharapkan semakin besar.
Arieston menambahkan, program pemberdayaan UMKM akan terus diperluas ke berbagai wilayah di NTT. Melalui pendekatan yang konsisten dan berkelanjutan, Partai Perindo menargetkan semakin banyak pelaku UMKM yang mampu naik kelas serta berperan aktif dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah.
(Erha Aprili Ramadhoni)