Menurut laporan Press TV, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menggunakan kombinasi rudal jarak menengah dan jauh serta drone tempur untuk menargetkan fasilitas yang terkait dengan kepentingan AS dan Israel. Iran juga mengklaim telah menembak jatuh drone MQ-9 serta mengenai jet tempur F-16.
Serangan ini disebut lebih besar dari perkiraan awal, dengan sejumlah pesawat militer AS dilaporkan terdampak, termasuk pesawat tanker dan AWACS E-3 Sentry.
Pangkalan tersebut telah berulang kali menjadi sasaran sejak konflik antara AS, Israel, dan Iran meningkat pada 28 Februari. Sejak itu, kedua pihak saling melancarkan serangan, termasuk yang menargetkan pejabat militer dan fasilitas strategis.
Konflik yang kini memasuki bulan kedua juga meluas ke kawasan lain. Kelompok Houthi di Yaman dilaporkan menembakkan rudal ke Israel, sementara Iran mengancam akan memperluas target serangan.
Di Iran, ledakan dilaporkan terjadi di Teheran pada Minggu pagi, menewaskan dua orang dan melukai lima lainnya di kawasan dekat Shaft, menurut Mehr News Agency. Fars News Agency juga melaporkan korban luka tambahan di wilayah utara dan barat ibu kota.
Infrastruktur sipil turut terdampak. Serangan pada Sabtu dilaporkan menewaskan satu keluarga di Provinsi Bushehr serta merusak fasilitas air di Khuzestan.
Militer Iran juga menyatakan telah menargetkan pusat peperangan elektronik dan radar milik perusahaan pertahanan Israel, Elta, di kompleks militer di Haifa, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar di Bandara Ben Gurion.
(Awaludin)