Sementara itu, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa senang dan terhormat bisa bertemu kembali dengan Presiden Lee setelah terakhir keduanya bertemu di Gyeongju pada sela-sela pertemuan para pemimpin ekonomi APEC November tahun 2025 lalu. Ia pun mengapresiasi sambutan hangat pihak Korea kepadanya dalam kunjungan kali ini.
“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi tertinggi saya atas sambutan hangat dan upacara yang luar biasa yang diberikan kepada saya. Ini adalah kehormatan besar yang saya alami hari ini. Sebagai mantan tentara, saya sangat merasa terhormat diterima dengan upacara yang begitu indah,” ujar Presiden Prabowo.
Momentum penting dalam kunjungan ini ditandai pertukaran dokumen kerja sama antara Indonesia dan Republik Korea. Sebanyak sepuluh nota kesepahaman telah ditandatangani sebagai bentuk konkret penguatan kemitraan strategis di berbagai sektor.
Rangkaian kegiatan kenegaraan kemudian dilanjutkan jamuan santap siang kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Republik Korea sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden Prabowo dan delegasi Indonesia.
Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan bilateral, tetapi tonggak sejarah baru. Dari Blue House, Indonesia dan Korea Selatan menegaskan komitmen untuk melangkah bersama dan membangun kemitraan yang lebih dalam, lebih strategis, dan lebih berdampak bagi stabilitas serta kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.
(Erha Aprili Ramadhoni)