JAKARTA - Duta Besar Iran untuk Republik Indonesia (RI) Mohammad Boroujerdi menggemakan kampanye anti-perang. Hal ini ditujukan untuk menentang segala bentuk konflik terhadap negara lain.
Gaungan anti-perang ini dilayangkan Boroujerdi saat bertemu mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, dan sejumlah tokoh Islam di kediamannya, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).
"Pertemuan-pertemuan yang dilakukan sebenarnya adalah ingin menyampaikan satu suara yaitu kampanye anti-perang tersebut," ujar Boroujerdi.
Boroujerdi mengatakan, pihaknya menggaungkan kampanye anti-perang untuk menentang segala bentuk konflik. "Kemudian juga disampaikan bahwa kampanye anti-perang terhadap Iran adalah sebagai yang ingin diserukan sebagai langkah awal untuk juga menentang peperangan-peperangan terhadap negara lain," terangnya.
Lebih lanjut, Boroujerdi menyampaikan, pertemuan ini ditujukan untuk mengetahui anjuran untuk Qunut Nazilah. "Artinya adalah bahwa mereka tanpa kita minta pun secara langsung kemudian ikut mendoakan, ikut mendukung," ucapnya.
"Terutama pada hari Jumat ini, mudah-mudahan mereka semua juga mendoakan kita dalam sholat jamaah dan shalat Jumatnya, mendoakan sebuah negara yang dizalimi oleh dua negara yang punya senjata nuklir yang penyerangannya juga dapat kita saksikan bersama, kezaliman Iran dan kezaliman mereka-mereka yang menyerang," imbuh Boroujerdi.
Ia pun berharap, Iran mendapat dukungan baik dalam bentuk doa dan dukungan dari umat Muslim. "Para ulama juga untuk berdoa supaya umat Islam dapat bersatu dalam menghadapi musuh-musuhnya," terangnya.
Sementara itu, Din Syamsuddin menyambut baik gerakan yang digaungkan Boroujerdi. Ia menyerukan negara Israel dan AS untuk tak menyerang Iran.
"Jangan perangi Iran. Slogan yang boleh dikembangkan di kalangan ormas-ormas Islam, 'Mabar Netanyahu! Mabar Donald Trump! Mabar Israel!' La’natullahi alaihim," pungkasnya.
(Arief Setyadi )