JAKARTA - Analis Kebijakan Publik, Said Didu, menyebut perang di Timur Tengah (Timteng) justru lebih banyak membawa berkah daripada musibah bagi Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Said saat menghadiri program Rakyat Bersuara bertajuk "Perang Iran dan Ancaman Krisis, Benarkah?" yang disiarkan oleh iNews TV, Selasa (31/3/2026).
"Saya menyatakan perang ini, lebih banyak sepertinya berkahnya daripada musibahnya. Karena ekonomi kita sumber daya alam," kata Said.
Menurut Said, ada dua faktor yang mendukung pernyataannya bahwa perang membawa lebih banyak berkah ke Indonesia. "Karena dua faktor lain tidak terganggu, pangan dan kurs," ujar Said.
Menurut Said, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi krisis energi. Said memaparkan, produksi minyak saat ini 540 ribu barel per hari.
"Kalau naik 50 dolar, artinya ada penambahan pendapatan 390 miliar per hari. Subsidi BBM itu, dengan gas melon, hanya setahun kalau dimasukkan kompensasi 370 miliar per hari, artinya surplus," ucap Said.
Kemudian, saat disinggung soal peran net importir, Said menyebut yang disinggung adalah soal subsidi semata. "Saya hanya bahasnya subsidi saja. Itu dampak lain, ditanggung pemerintah kan subsidi bahan gas elpiji selama," pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.