Breaking News! Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Minggu Usai Iran Setuju Buka Selat Hormuz

Arief Setyadi , Jurnalis
Rabu 08 April 2026 08:20 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump umumkan gencatan senjata selama dua minggu terhadap Iran. Hal ini menandakan, ancamannya bahwa "seluruh peradaban akan mati malam ini" jika Teheran tidak mematuhi tuntutannya masih belum akan terealisasi.

Pada Selasa 7 April 2026 malam, hanya beberapa jam setelah serangan yang direncanakan, Trump menggunakan platform Truth Social miliknya untuk mengumumkan bahwa ia telah membatalkan rencana tersebut.

Trump justru memuji Pakistan karena memediasi AS-Iran. Namun, ia tetap memperingatkan bahwa penyelesaian itu disertai syarat – yaitu Iran harus membuka kembali Selat Hormuz.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dari Pakistan, dan di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan seluler, segera, dan aman Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump melansir Aljazeera, Rabu (8/4/2026).

Tak lama setelah pesan Trump, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa kesepakatan sementara telah tercapai. “Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kita yang Perkasa akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” tulis Araghchi .

“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” imbuhnya.

Araghchi juga berterima kasih kepada Pakistan atas permohonan menit-menit terakhirnya untuk menangguhkan kampanye pengeboman AS. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga mengisyaratkan dalam pernyataan terpisah bahwa gencatan senjata dapat diperpanjang melampaui dua minggu awalnya jika negosiasi berjalan dengan baik.

Pembicaraan lebih lanjut diperkirakan akan berlangsung di Islamabad dalam beberapa minggu mendatang.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya