Ketua Oposisi Taiwan Kunjungi Beijing, Sinyal Dialog Konstruktif atau Bagian Propaganda?

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 09 April 2026 13:31 WIB
Ketua partai oposisi Kuomintang (KMT) Taiwan, Cheng Li-wun melakukan kunjungan langka ke China. (Foto: China Daily)
Share :

Pengalaman Hong Kong kerap dijadikan rujukan dalam diskusi tentang janji “satu negara, dua sistem” yang didengungkan China untuk Taiwan. Kesiapan dialog semacam itu digarisbawahi oleh preseden: di Hong Kong, Beijing menjanjikan otonomi tinggi di bawah kerangka tersebut, namun dalam dua dekade kebijakan itu dinilai banyak pihak mengalami penyusutan signifikan, terutama setelah diberlakukannya Undang-Undang Keamanan Nasional pada 2020.

Bagi analis, hal ini menunjukkan bahwa komitmen Beijing terhadap dialog dan otonomi bersifat taktis, bukan prinsipil. Pemimpin oposisi Taiwan berisiko mengulangi kesalahan Hong Kong, dan diingatkan agar tidak menganggap propaganda sebagai kemajuan.

Bagi Washington, Tokyo, dan negara-negara demokrasi Indo-Pasifik lainnya, pertemuan Cheng dengan Xi merupakan pengingat bahwa Beijing memilih kombinasi pendekatan politik daripada konflik langsung. Dengan menampilkan dialog dengan pemimpin Taiwan, PKT berupaya menangkis kritik terhadap provokasi militernya dan berpendapat bahwa “reunifikasi damai” masih mungkin dilakukan.

Narasi ini mempersulit upaya internasional untuk membangun pencegahan, karena mengaburkan batas antara paksaan dan diplomasi.

Rekomendasi Kebijakan

Para analis menilai negara-negara demokrasi menyoroti ketidakseimbangan pertemuan-pertemuan ini memperjelas bahwa pertemuan tersebut dapat berfungsi sebagai propaganda daripada dialog.

Perkuat Pencegahan. Sekutu Taiwan diasarankan memperkuat pencegahan dan memperkuat kemampuan pertahanan Taipei, memastikan bahwa dinamika politik tidak mudah diterjemahkan menjadi tekanan militer sepihak.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya