JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendorong sektor otomotif di Indonesia agar dapat melahirkan “national champion”, seperti halnya industri otomotif negara-negara maju.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan harapannya agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga produsen utama kendaraan yang mampu bersaing di tingkat global.
Ia kemudian membandingkan dengan keberhasilan Jepang dan Korea Selatan yang telah lebih dulu memiliki merek otomotif kuat di pasar internasional.
“Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino. Kalau Korea punya Hyundai, Daewoo. Saya berharap berapa tahun lagi kita akan melihat VKTR sebagai champion, salah satu champion dari Indonesia,” ujarnya dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT Vektor Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026).
Menurut Prabowo, langkah menuju ke sana tidak bisa dilepaskan dari strategi besar industrialisasi nasional. Kemajuan teknologi harus diwujudkan menjadi kekuatan industri nyata agar memberi dampak ekonomi luas bagi bangsa.
“Saya rasa industrialisasi adalah bagian akhir daripada suatu kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memastikan pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan industri otomotif nasional, termasuk dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha.
“Saya terus akan memantau progres saudara. Kalau ada kesulitan-kesulitan, saudara punya banyak jalur. Sampaikan, kita akan selesaikan karena ini saya anggap suatu industri yang sangat penting,” ujarnya.
Prabowo mengungkapkan rasa optimistisnya terhadap masa depan Indonesia yang tengah berada dalam fase kebangkitan besar.
“Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up. We will not be anymore the sleeping giant. We are rising,” tutur Prabowo.
(Erha Aprili Ramadhoni)