Serangan juga meluas ke sektor hilir, termasuk sejumlah kilang utama seperti SATORP di Jubail, kilang Ras Tanura, SAMREF di Yanbu, dan kilang Riyadh. Kondisi ini berdampak langsung pada ekspor produk olahan energi ke pasar internasional.
Di sisi lain, fasilitas pengolahan di Ju’aymah dilaporkan mengalami kebakaran, yang turut mengganggu ekspor gas minyak cair (LPG) dan gas alam cair (LNG).
Kementerian Energi menyatakan bahwa rangkaian serangan ini tidak hanya mengurangi pasokan energi, tetapi juga memperlambat proses pemulihan operasional. Dampaknya mulai dirasakan secara global, terutama dalam bentuk meningkatnya volatilitas harga minyak.
Menurunnya cadangan operasional dan darurat juga mempersempit kemampuan pasar untuk merespons gangguan pasokan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas energi dunia.
(Awaludin)