Dia terlibat aktif dalam lahirnya Perjanjian Malino I dan Perjanjian Malino II—dua tonggak penting dalam meredakan konflik horizontal di Indonesia hingga Ambon kini menjadi salah satu laboratorium perdamaian.
Kita hidup di era di mana setiap pernyataan tokoh publik, termasuk tokoh agama acap dipotong, diklaim, dan divonis tanpa konteks biasanya untuk tujuan politik tertentu. Padahal, jika kita menilai dengan kepala dingin, JK justru sedang membangun narasi kerukunan dan perdamaian.
Ia ingin menunjukkan bahwa pengorbanan tertinggi agama ada di mana-mana. JK bukan bermaksud menyamakan akidah, tetapi menghormati kemanusiaan.
Selain itu, dengan portopolio sebagai seorang juru damai (mediator) di bidang resolusi konflik antar agama, terutama di Ambon dan Poso, adalah naif mengatakan bahwa JK adalah seorang tokoh yang menista agama. Kecuali bagi mereka yang tidak mengenal JK dan perannya dalam perdamaian dan kerukunan agama di tanah air.
(Fahmi Firdaus )