JAKARTA - Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengunjungi Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir pada Kamis (16/4/2026), usai kericuhan yang dipicu dugaan peredaran narkotika di wilayah tersebut. Kapolda dan rombongan langsung bersilaturahmi dan dialog terbuka bersama masyarakat.
Forum tersebut menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus refleksi bersama atas peristiwa yang terjadi sebelumnya. Dalam kesempatan itu, Herry secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Panipahan.
“Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan. Kami juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Herry, Kamis.
“Peristiwa ini menjadi wake-up call bagi kami. Pengingat keras agar kami benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar, memahami, dan menindaklanjuti setiap permasalahan secara nyata,” katanya.
Pasca-kericuhan tersebut, Polda Riau telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel di wilayah Panipahan, termasuk pergantian pejabat dan penempatan personel baru yang telah melalui pemeriksaan ketat. Sebanyak 16 anggota polisi bahkan dicopot dari jabatannya.
“Sebanyak 28 personel kami evaluasi dan 16 orang langsung diganti. Saya tidak ingin ada oknum yang bermain dengan pelaku narkoba. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” ucapnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kapolda bersama rombongan juga melakukan pengecekan terhadap personel yang baru ditempatkan, termasuk pelaksanaan tes urine sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat.
Selain pendekatan keamanan, Kapolda juga menekankan pentingnya solusi sosial dan ekonomi dalam menangani persoalan narkoba. Salah satunya melalui pemberian bantuan mesin ketinting kepada masyarakat nelayan Panipahan.
“Kita tidak bisa hanya bicara penindakan. Kita juga harus membantu masyarakat agar memiliki alternatif ekonomi yang lebih baik. Ketika ekonomi bergerak, maka ruang bagi narkoba akan semakin sempit,” sambungnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Pasar Induk Panipahan, di mana Kapolda bersama para Duta Anti Narkoba memberikan imbauan langsung kepada masyarakat serta membagikan kaus kampanye anti narkoba. Kapolda juga mengunjungi Yayasan Perguruan Kartini Panipahan untuk memberikan edukasi kepada para pelajar dalam program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Rangkaian kegiatan ditutup di kawasan Pekong Imigrasi Panipahan dengan pengukuhan Duta Anti Narkoba tingkat kecamatan serta penyerahan bantuan mesin ketinting secara simbolis kepada masyarakat.
Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh adat, untuk turut berperan dalam menyejukkan suasana dan membangun kembali harmoni sosial di Panipahan.
“Kami ingin tidak ada lagi jarak antara Polri dan masyarakat. Kita harus membangun kepercayaan, komunikasi, dan kerja sama yang kuat demi menciptakan Panipahan yang aman, kondusif, dan bersih dari narkoba,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )