Ia juga menegaskan dalam kepemimpinan, mimpi besar harus disertai langkah konkret agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada awal 2026, Presiden RI Prabowo Subianto dalam sebuah pertemuan dengan Direktur Utama PT KAI menyampaikan pandangan bahwa kehadiran kereta api kerap menjadi tanda lahirnya peradaban baru.
Presiden kemudian disebut menanyakan wilayah di luar Pulau Jawa yang memungkinkan untuk pembangunan jalur kereta api baru. Dalam kesempatan itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyebut Papua, dengan Jayapura sebagai titik awal.
Setelah itu, pada 14 April 2026, Gubernur Papua bersama tim pemerintah daerah melakukan pertemuan lanjutan dengan Dirut KAI beserta jajaran di Jakarta. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk memulai proses sesuai tahapan dan regulasi yang berlaku.
Rencana awal jalur yang dibahas adalah Sentani–Kota Jayapura sebagai tahap pertama pembangunan. Jika terealisasi, proyek ini diharapkan tidak hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga membuka konektivitas wilayah, mempercepat mobilitas barang dan orang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua.
Presiden Prabowo juga mengapresiasi atas perhatian terhadap pembangunan Papua, serta kepada PT KAI yang merespons gagasan tersebut. “Semoga langkah awal ini menjadi sejarah penting bagi masa depan Papua. Dari mimpi menuju rencana, dari rencana menuju peradaban baru Papua Cerah,” ujarnya.
(Arief Setyadi )