Razman meminta agar pihak JK meninjau kembali informasi yang beredar secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Ia menegaskan, pihaknya tidak menuduh JK berbohong, melainkan hanya ingin meluruskan informasi agar tidak ada kesan seolah-olah setelah dilaporkan Rismon ketakutan lalu minta bertemu, itu tidak benar.
Razman pun mendorong agar polemik ijazah Jokowi segera diselesaikan melalui jalur hukum di pengadilan guna menghindari kegaduhan berkepanjangan. “Saya yakin satu-satunya jalan adalah melalui persidangan di pengadilan untuk membuktikan,” katanya.
Ia juga meminta aparat penegak hukum menindak pihak yang menyebarkan dugaan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menyeret nama JK dalam pusaran bohir kasus ijazah Jokowi, karena Rismon juga merasa itu bukan suaranya.
"Tadi rekan saya Rismon juga menyampaikan ada pihak-pihak lain yang disebut-sebut, termasuk mantan presiden dan pejabat di DPR/MPR. Saya tidak ikut-ikutan dan tidak pernah menyebut nama mereka," katanya.
Di sisi lain Razman mengajak semua pihak menahan diri dan tidak melakukan serangan pribadi dan tetap fokus pada persoalan. "Ke depan, saya minta tidak ada serangan pribadi. Kita fokus pada kasus. Pak JK sebagai tokoh bangsa, mohon tidak terpengaruh. Saya yakin beliau memiliki pikiran yang tenang," pungkasnya.
(Arief Setyadi )