JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengumpulkan sejumlah tokoh perundingan perdamaian konflik Poso-Ambon untuk menjelaskan maksud ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang belakangan menjadi sorotan.
Dalam pertemuan tersebut, tokoh dari kedua kelompok mengakui yang disampaikan JK merupakan gambaran situasi nyata saat terjadi konflik.
Delegasi Kristen Perundingan Malino I, Pendeta Rinaldi Damanik, menyampaikan ceramah JK mencerminkan kondisi yang dialami masing-masing kelompok ketika konflik Poso memanas. Ia pun mengakui pada masa itu dirinya kerap mendoakan jemaatnya yang terlibat konflik.
“Kami pakai jubah dan mendoakan mereka karena mereka yakin bahwa membunuh orang dan terbunuh pun akan masuk surga. Itu yang terjadi pada waktu itu,” ungkap Rinaldi.
“Akhirnya kami sadar bahwa apa yang kami pahami waktu itu adalah ajaran yang salah. Harus kembali kepada ajaran yang benar. Jadi apa yang disampaikan oleh Pak JK itu memang realitas waktu itu,” ungkap dia.
Senada, Delegasi Muslim Perundingan Malino I, Ustadz Sugianto Kaimuddin, juga menyampaikan pada masa konflik, pemuka agama di pihaknya turut memberikan legitimasi terhadap perjuangan yang dilakukan.