“Ada ustadz kita yang menjemput dan mengadzankan kita dari belakang. Dia keliling tiga kali dan adzan. Dia adzankan, dia restui kita berangkat. Insya Allah kalian mati dalam keadaan syahid. Ini adalah perjuangan, ini adalah jihad fisabilillah. Itu yang terjadi,” tegas Sugianto.
Menurutnya, ceramah JK tidak perlu dipersoalkan karena disampaikan dalam konteks pembelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang.
“Ini harus kita ceritakan ke anak cucu kita bahwa itu yang terjadi. Dengan harapan apa? Jangan sampai terulang lagi peristiwa yang sangat kelam itu, yang tidak ada keuntungannya apa-apa kecuali yang terbakar jadi api, abu, dan kita merasakan itu,” imbuh dia.
Sugianto juga meminta masyarakat tidak terpancing oleh pihak-pihak yang menuding JK menistakan agama. Ia menilai JK justru merupakan tokoh penting dalam upaya perdamaian konflik tersebut.
“Justru mereka ini yang membuat gaduh (fitnah JK) sebenarnya. Sebenarnya mereka yang mesti dilapor ini. Mereka yang harus diproses. Mereka yang membuat situasi ini menambah kondisi ini menjadi kacau balau,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )