Meski demikian, ia menggarisbawahi bahwa rencana pengawalan militer tersebut masih berupa usulan yang memerlukan kajian mendalam.
“Tapi tentu saja ini masih dalam pembicaraan yang lebih lanjut ya, ini adalah apa namanya, proposal yang diajukan,” katanya.
Sugiono mengingatkan bahwa Selat Hormuz adalah urat nadi ekonomi global. Gangguan di jalur ini tidak hanya berdampak pada pasokan energi, tetapi juga berbagai komoditas lainnya.
“Perdamaian logistik. Karena bukan cuma minyak yang lewat Selat Hormuz. Yang lewat Selat Hormuz itu berbagai macam produk,” pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )