JAKARTA - Nahdlatul Ulama (NU) didorong agar bisa mandiri, tanpa ketergantungan dengan pihak eksternal. Harapan ini agar dapat dibawa saat Muktamar ke-35 NU serta untuk melahirkan pemimpin yang lebih baik.
Dorongan ini merupakan nasihat yang didapat Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Abdussalam Shohib (Gus Salam) dan Dzurriyah PP Lirboyo Kediri, Kiai Arif Afifuddin alias Gus Ayis saat sambangi sesepuh NU Jawa Barat sekaligus Pengasuh PP Daarul Ma’arif, Margaasih Bandung, Kiai Sofyan Yahya.
“NU sebagai organisasi keagamaan dan kemasyarakat harus bangkit dengan kemandiriannya, agar kuat. Dan, tidak bergantung pada pihak eksternal,” kata Gus Ayis menirukan pesan kiai Sofyan, Kamis (23/4/2026).
“Ketua Umum PBNU harus dari kader pesantren. Dan, saatnya dzurriyah muassis NU tampil menjadi pimpinan tanfidziyah PBNU,” ujar Gus Ayis menirukan pesan Sofyan Yahya.
Sementara itu, Gus Salam mengatakan, kedatangan ke kediaman Kiai Sofyan untuk meminta restu rencananya maju sebagai Ketua Umum PBNU.
Cucu pendiri NU Kiai Bishri Syansuri itu menilai, Kiai Sofyan memiliki pengalaman panjang di NU, sehingga bisa memberikan nasihat demi kemajuan organisasi.
“Ajengan Sofyan memberi penegasan bahwa NU adalah benteng akhlak dan moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Dan, harus tetap dijaga sampai kapanpun serta dalam kondisi apapun,” kata dia.
Kiai Sofyan kata Gus Salam juga menitipkan pesan agar pemilihan ketua umum PBNU dijauhkan dari politik uang. Pemilihan harus dilandaskan kepada akhlak yang baik.
“Semua dinamika Muktamar mendatang harus dilandasi akhlaq yang baik dan terhindar dari money politik,” tutup Gus Salam menirukan pesan Kiai Sofyan Yahya.
(Fahmi Firdaus )