Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Mukmatar NU, Soliditas Warga Nahdliyin Teladan Khidmah untuk Kemaslahatan Umat

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 08 Juni 2026 |09:20 WIB
Jelang Mukmatar NU, Soliditas Warga Nahdliyin Teladan Khidmah untuk Kemaslahatan Umat
Soliditas Warga Nahdliyin Teladan Khidmah untuk Kemaslahatan Umat
A
A
A

JAKARTA - Masyarakat Bengkulu dikenal dengan masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, kerukunan dan kebersamaan. Filosofi dan semboyan hidup mereka sederhana, namun sarat makna. Bahkan, prinsip hidup dengan penuh keluhuran itu diabadikan dalam lirik lagu daerah Bengkulu Selatan, “Sekundang Setungguan”.

Cucu pendiri NU, KH Abdussalam Shohib alias Gus Salam mengatakan, bahwa harmoni sosial melekat menjadi kepribadian masyarakat Bengkulu.

“Mengedepankan persahabatan yang baik hingga menjadi ikatan kekeluargaan yang erat. Tiada beban berat sepanjang dikerjakan bersama-sama, dan akan terasa ringan,” ujarnya saat Forum Silaturahmi PWNU dan PCNU se-Bengkulu, dikutip, Senin (8/6/2026).

“Solidaritas menjadi kunci stabilitas sosial dengan saling mendukung dan membantu menyelesaikan,” lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar, Jombang tersebut.

Gus Salam melanjutkan, Nahdlatul Ulama telah menyatu di tengah masyarakat Bengkulu selama lebih 63 tahun.

“Saya sudah dijamu makan Kiai Ali Shodiq Ahmad, Katib PWNU, di kediaman beliau. Luar biasa, kehormatan bagi kami bisa makan bersama keluarga beliau di pesantren Hidayatul Qomariyah,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Gus Salam juga menyampaikan rasa salut dan apresiasinya terhadap semangat pengurus NU se-Bengkulu. Antusias kehadiran dari pengurus terjauh seperti PCNU Mukomuko menunjukkan perjuangan mengurus jam’iyyah NU disertai pengorbanan lahir-batin.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement