Ketua Panitia Lomba Menulis ISDS ini menambahkan, lomba ini juga bertujuan membangun literasi strategis nasional agar publik tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi mampu menghasilkan gagasan kebijakan dan perspektif baru mengenai kepentingan nasional Indonesia di kawasan Indo-Pasifik.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan penulis-penulis muda yang memiliki sensitivitas terhadap isu geopolitik, transformasi teknologi, serta tantangan keamanan masa depan.
Melalui kompetisi ini, penyelenggara berharap lahir rekomendasi pemikiran yang dapat memperkaya diskursus kebijakan nasional sekaligus memperkuat pemahaman publik mengenai arti strategis kemitraan Indonesia–Korsel di masa depan.
“Tujuan akhirnya adalah membangun kesadaran bahwa kerja sama internasional bukan sekadar diplomasi antarnegara, tetapi investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa melalui pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi manusia,” tutup Dwi.
(Fahmi Firdaus )