JAKARTA - Suasana duka menyelimuti kamar jenazah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi ketika sejumlah rekan dan keluarga korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, berdatangan, pada Selasa (28/4/2026) dini hari.
Momen pilu itu terjadi saat petugas memperlihatkan foto korban untuk proses identifikasi di ruang pemulasaraan jenazah. Seketika, isak tangis pecah.
Beberapa rekan korban tampak tak kuasa menahan tangis, sebagian menjerit histeris, sementara lainnya saling berpelukan untuk menenangkan satu sama lain.
Di ruangan yang sama, sejumlah anggota keluarga korban juga mulai berdatangan. Namun hingga saat ini, petugas baru memperlihatkan foto korban dan belum memperkenankan rekan kerja maupun keluarga untuk melihat langsung kondisi jenazah.
Saat jenazah berhasil dikenali oleh pihak keluarga melalui foto, suasana duka kembali pecah. Isak tangis pun tak terbendung di dalam ruangan.
Salah satu korban diketahui merupakan guru sekaligus bendahara di SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur. Korban bernama Nurlela.
"Korban guru sekaligus bendahara sekolah, di SDN Pulogebang 11. Namanya ibu Nurlela," kata Endah, penjaga SDN Pulogebang 11.
Endah menyebut, saat kecelakaan terjadi, pihak kepala sekolah langsung meminta rekan kerja dan keluarga untuk mencari tahu keberadaan korban.
Karena tak kunjung mendapat kabar, mereka kemudian berpencar mendatangi lokasi kejadian. "Itu rekan kerjanya, keluarganya masih di sana, kita nyebar ceritanya ini, nyari tahu," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )