Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula dari kecelakaan di perlintasan rel kawasan Bulak Kapal.
Peristiwa tersebut melibatkan sebuah taksi yang tertabrak KRL di jalur perlintasan (JPL), sehingga menyebabkan perjalanan terganggu dan KRL terpaksa berhenti.
“Jadi KRL itu berhenti karena ada taksi yang tertabrak di JPL dekat Bulak Kapal,” kata Franoto.
Akibat KRL yang berhenti di jalur tersebut, rangkaian kereta di belakangnya, yakni KA Argo Bromo Anggrek, tidak dapat menghindar dan akhirnya menabrak bagian belakang KRL.
(Awaludin)