JAKARTA - Lokomotif dari rangkaian KA Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dari Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (28/4/2026), terlihat lokomotif KA Argo Bromo Anggrek telah berhasil dilepas dari rangkaian gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) yang sempat ditabrak.
Proses evakuasi rangkaian gerbong KRL masih berlangsung hingga saat ini. Petugas masih berada di lokasi untuk mengecek setiap rangkaian kereta yang mengalami kerusakan parah.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyebut bahwa fokus operasi saat ini masih pada pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih terjepit di dalam rangkaian kereta yang rusak parah.
“Memasuki hari kedua, kami terus mengoptimalkan seluruh personel Basarnas bersama unsur SAR gabungan yang ada. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan ekstrikasi (pemotongan material) mengingat kondisi rangkaian kereta yang mengalami kerusakan cukup parah. Prioritas kami adalah menemukan dan mengevakuasi seluruh korban secepat mungkin,” ujar Desiana dalam keterangannya.
Adapun berdasarkan data evakuasi, pada pukul 02.42 WIB, tim SAR berhasil mengevakuasi satu korban dalam kondisi meninggal dunia yang belum teridentifikasi. Korban langsung dibawa ke rumah sakit.
Kemudian pada pukul 04.17 WIB, satu korban selamat atas nama Nurul (26) berhasil dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Kota Bekasi. Upaya penyelamatan terus berlanjut; pada pukul 05.49 WIB, korban atas nama Ata (30) berhasil diselamatkan.
Tak lama berselang, pada pukul 05.59 WIB, satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah sakit. Selanjutnya pada pukul 06.25 WIB, tim SAR berhasil menyelamatkan Mia (26), disusul pada pukul 06.55 WIB korban selamat atas nama Siti Fatonah (47).