Diketahui, keduanya sama-sama berada di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat pagi. Namun, status keduanya berbeda. Gus Yaqut hadir sebagai tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji, sedangkan Gus Ipul datang untuk berkonsultasi terkait pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial.
"Saya memang meminta waktu untuk bisa melakukan silaturahmi, konsultasi, minta nasihat, dan sekaligus menyampaikan perkembangan pengadaan barang dan jasa di Kemensos," kata Gus Ipul.
Ia menegaskan, pihaknya ingin memastikan program strategis pemerintah, khususnya Sekolah Rakyat, berjalan tanpa praktik korupsi.
"Sekaligus kami minta nasihat, masukan, kritik, dan saran karena kebetulan kami sedang memulai pelaksanaan pengadaan tahun 2026. Kami ingin program strategis Bapak Presiden, khususnya Sekolah Rakyat, tidak dikotori oleh praktik korupsi," sambungnya.
(Awaludin)