Respons Pujian Prabowo, PDIP: Jadi Mitra Strategis Kami Tidak Nyinyir

Felldy Utama, Jurnalis
Kamis 21 Mei 2026 16:34 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Aria Bima (Foto: Felldy Utama/Okezone)
Share :

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PDIP, Aria Bima, merespons pujian terbuka yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto terhadap peran partainya yang tetap memilih berada di luar pemerintahan. Pujian itu disampaikan Presiden secara terbuka dalam rapat paripurna ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2025–2026 yang digelar pada Rabu 20 Mei 2026.

Aria Bima kembali menjelaskan posisi PDIP saat ini adalah sebagai mitra strategis yang mengawal jalannya pemerintahan secara kritis dan konstitusional sesuai arahan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri.

"Dulu kan kata oposisi, kemudian yang kali ini kan Ibu Mega memaknai sebagai mitra strategis. Strategisnya apa? Ya, strategisnya adalah bagaimana komitmen wujud tetap kita Negara Kesatuan Republik Indonesia. Strategisnya apa? Ya, mewujudkan teknokratik Pancasila yang adil, bersatu, dan demokratis," kata Aria Bima dikutip Kamis (21/5/2026).

Pihaknya menegaskan PDIP tidak akan bersikap asal kritik atau sekadar mencari kesalahan pemerintah tanpa dasar yang jelas. "Sekali lagi posisi PDI Perjuangan tidak pernah apriori dengan pemerintah. PDI Perjuangan tidak nyinyir dengan kebijakan pemerintah. PDI Perjuangan juga tidak antipati terhadap pemerintah," tegasnya.

Ia menjelaskan sebutan mitra strategis mengandung konsekuensi bahwa PDIP akan mendukung kebijakan yang pro-rakyat, namun akan menjadi pihak yang paling lantang bersuara jika ada kebijakan yang menyimpang.

"Itulah sebutan sebagai mitra strategis. Tetapi kita akan bersuara lantang, kritis, argumentatif, memberikan alternatif pada saat itu menyangkut kepentingan rakyat, konstitusi, dan Pancasila," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya