KYIV - Rusia menyerang ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Minggu 24 Mei 2026 dengan gelombang besar rudal dan drone yang merusak bangunan tempat tinggal, kantor, dan sekolah. Satu orang tewas dan 21 terluka, kata para pejabat.
Ledakan-ledakan menggema di seluruh kota tepat setelah pukul 1 dini hari (2200 GMT Sabtu), menyusul peringatan dari angkatan udara Ukraina di saluran Telegram mereka bahwa Rusia mungkin akan meluncurkan rudal balistik hipersonik Oreshnik.
Angkatan udara tidak menanggapi permintaan komentar mengenai apakah pesawat Oreshnik mengenai sasaran apa pun selama serangan tersebut.
Sementara Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko, mengatakan melalui Telegram, satu orang diyakini tewas setelah sebuah gedung apartemen sembilan lantai di distrik Shevchenko, pusat kota Kyiv, terkena serangan. Petugas layanan darurat berada di lokasi untuk memadamkan api, kata wali kota.
Banyak warga mencari perlindungan semalaman di stasiun metro kota. Nataliia Zvarych, 62 tahun, mengatakan dia bergegas ke stasiun terdekatnya saat ledakan mulai mengguncang kota.
"Itu menakutkan, mengerikan," katanya, melansir Reuters.