Netanyahu Perintahkan Militer Israel Serang Pinggiran Kota Beirut

Arief Setyadi , Jurnalis
Selasa 02 Juni 2026 01:02 WIB
PM Israel Netanyahu (Foto: X)
Share :

Iran, yang selama ini menjadi pendukung utama Hizbullah, menyatakan bahwa setiap kesepakatan harus mencakup perdamaian di Lebanon. Konflik sendiri meluas sejak 2 Maret, ketika Hizbullah meluncurkan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan yang menewaskan pemimpin tinggi Iran, yang kemudian dibalas Israel dengan serangan udara dan invasi darat ke selatan Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya 3.412 orang telah tewas sejak perang dimulai, tanpa membedakan antara kombatan dan warga sipil, sementara Israel melaporkan 24 tentaranya dan empat warga sipil tewas dalam periode yang sama.

Di tengah belum tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, pembatasan serangan di Beirut dilaporkan mulai berkurang. Kekhawatiran di Lebanon juga meningkat seiring kemajuan pasukan Israel yang menguasai sebagian wilayah selatan negara itu.

Perebutan Kastil Beaufort, benteng berusia 900 tahun di dekat Sungai Litani, dianggap sebagai perkembangan penting. Israel menyebutnya sebagai kemenangan simbolis dan strategis, karena posisi tersebut memberi pandangan luas ke Lebanon selatan hingga wilayah Galilea, yang dinilai penting untuk menghadapi serangan Hizbullah. Namun demikian, Hizbullah tetap melanjutkan serangan roket dan drone ke wilayah perbatasan Israel.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya