Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kuwait menyatakan sebanyak 30 rudal balistik dan drone diluncurkan dalam serangan yang mereka sebut sebagai “agresi Iran”. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan material yang cukup besar pada sejumlah bangunan.
Insiden itu sempat menghentikan operasional Bandara Internasional Kuwait. Namun, otoritas setempat memastikan aktivitas penerbangan kembali normal pada hari yang sama dan seluruh penerbangan Kuwait Airways kembali beroperasi.
Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi satu warga negaranya meninggal dunia akibat serangan tersebut. Pemerintah India juga mengecam serangan terhadap fasilitas sipil.
“Kami kembali menyerukan kepada semua pihak untuk menghentikan serangan semacam itu terhadap sasaran sipil,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri India.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Kesehatan Kuwait, Abdullah Al-Sanad, mengatakan sedikitnya 63 orang menjalani perawatan akibat luka-luka yang diderita dalam insiden tersebut. Korban mengalami berbagai cedera, mulai dari luka di kepala, pendarahan otak, amputasi, hingga luka akibat ledakan.
Bandara Internasional Kuwait diketahui beberapa kali menjadi sasaran serangan selama konflik berlangsung dan baru kembali beroperasi penuh pada 1 Juni lalu.
(Awaludin)