JAKARTA - Garda Revolusi Iran (IRGC) membantah bertanggung jawab atas serangan yang menghantam Bandara Internasional Kuwait, dan menewaskan satu orang serta melukai puluhan lainnya.
Juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, mengatakan hasil investigasi internal menunjukkan Angkatan Udara Garda Revolusi tidak pernah menargetkan terminal penumpang bandara tersebut.
"Investigasi dan peninjauan kami terhadap serangan terminal penumpang Kuwait menunjukkan, bahwa Angkatan Udara IRGC tidak menembakkan satu pun tembakan ke sasaran ini," kata Mohebi, seperti dikutip dari saluran Telegram resmi IRGC, dilansir dari lemonde.fr, Kamis (4/6/2026).
Menurut dia, kerusakan pada terminal penumpang diduga disebabkan oleh rudal sistem pertahanan udara Patriot milik Amerika Serikat yang gagal melakukan intersepsi.
“Kerusakan terminal penumpang Bandara Kuwait disebabkan oleh kesalahan sistem Patriot Amerika yang jatuh ke area terminal setelah gagal mencegat rudal Iran,” ujarnya.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengakui melancarkan serangan ke Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait. Pangkalan tersebut diketahui digunakan untuk menempatkan helikopter yang mendukung operasi militer Amerika Serikat di kawasan.