BANDUNG - Besarnya arus pekerja migran asal Jawa Barat (Jabar) masih dibayangi berbagai persoalan, mulai dari praktik penempatan ilegal, keterbatasan keterampilan dan kemampuan bahasa, hingga minimnya pendampingan setelah kembali ke Tanah Air. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam perlindungan pekerja migran, tetapi juga menghambat optimalisasi potensi ekonomi yang mereka hasilkan bagi keluarga maupun daerah.
Menjawab tantangan tersebut, DPW Partai Perindo Jawa Barat meluncurkan program aksi nyata Go Jabar - Pekerja Migran Naik Kelas. Program ini dirancang untuk memperluas akses kerja ke luar negeri sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar kerja global.
Ketua DPW Partai Perindo Jabar, Rifqi Ali Mubarok mengungkapkan, program tersebut merupakan upaya menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri secara profesional dan terlindungi.
Sebagai bentuk komitmen, peluncuran program ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPW Partai Perindo Jabar dan PT Nembongan Karya Agung-LPK Java Hospitality School (JHS) Purwakarta. Kerja sama tersebut membuka akses pendidikan dan pelatihan kerja luar negeri yang terjangkau, sekaligus membangun jalur penempatan pekerja migran ke Singapura, Brunei Darussalam dan Malaysia sesuai prosedur yang berlaku.