JAKARTA - Penulis sekaligus ayah dari Ilma Sani Fitriana, Ahmad Bahar, mengungkap kondisi psikologis sang anak saat ini usai peristiwa dugaan penyekapan oleh Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshall atau karib disapa Hercules. Sang anak, kata Ahmad, masih mengalami trauma atas kejadian tersebut. Bahkan, sang anak selalu waspada saat ada kendaraan yang berhenti di depan rumah.
“Kebetulan Ilma memang masih trauma. Jadi kalau ada mobil berhenti di depan atau motor, sementara sebenarnya kan bisnisnya, usahanya online itu, yang di mana tiap jam, tiap menit itu kan ada yang datang, ngambil barang atau ngantar. Tapi begitu lihat, dilihat dulu dari dalam, siapa nih?” kata Ahmad di Polda Metro Jaya, Rabu (17/6/2026).
Selain itu, ia menegaskan, dirinya juga sudah memohon maaf karena nomor telepon dirinya dan sang anak digunakan oleh pihak lain untuk mengirimkan video kepada istri Hercules hingga berujung pada dugaan penyekapan terhadap anaknya.
“Tapi saya sebenarnya juga sudah minta maaf juga. Bukan dalam rangka membuat video, bukan atau mengirim video, bukan. Tapi meminta maaf karena nomor saya dan nomor anak saya digunakan oleh pihak lain untuk mengirim video,” tegas Ahmad.
Disinggung terkait pengambilan restorative justice (RJ), ia menuturkan bahwa hal itu menjadi kewenangan dan keputusan sang anak sepenuhnya. Terlebih, saat ini ia hanya menjadi saksi terkait laporan yang dilayangkan anaknya ke Polda Metro Jaya.
“Ya, saya kira kalau RJ itu kan urusan anak saya. Saya kan sebagai orang tua saja dan kalau sekarang posisinya sebagai saksi,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )