Menteri Jumhur Intip Jurus Kelola Sampah dari Inggris

Arief Setyadi , Jurnalis
Jum'at 26 Juni 2026 20:30 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Material Recovery Facility (MRF) milik Biffa Waste Management di Inggris. Pihaknya ingin mengidentifikasi praktik terbaik dalam pengoperasian dan optimalisasi MRF.

Ia menilai hal tersebut bisa menjadi referensi bagi pemerintah daerah di Indonesia untuk mempercepat penutupan tempat pemrosesan akhir (TPA) dengan sistem open dumping.

“Kesan saya melihat Biffa MRF ini adalah salah satu best practice reaktivasi dan optimalisasi MRF yang bisa menjadi inspirasi pemerintah daerah,” kata Jumhur dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Selama peninjauan, Jumhur mengamati teknologi pemilahan dan pemisahan sampah anorganik yang diterapkan Biffa. Teknologi tersebut dinilai mampu bekerja secara cepat dan efisien sehingga menghasilkan bahan baku daur ulang dengan kualitas tinggi.

“Teknologi pemilahan/pemisahan jenis-jenis sampah anorganik di sini dilakukan secara cepat dan efisien, dengan output berupa bahan baku yang berkualitas,” ujarnya.

Ia menegaskan, sistem serupa dapat diterapkan di Indonesia apabila diawali dengan pemilahan sampah sejak dari sumber. Selain itu, keterlibatan industri daur ulang sebagai offtaker dan penerapan tanggung jawab produsen melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR) juga menjadi faktor penting. 

“Prinsip ini tentunya dapat diterapkan di Indonesia, asal diawali dengan pemilahan yang baik. Kemudian peran aktif offtaker/industri daur ulang, serta tanggung jawab produsen yang diperluas (Extended Producer Responsibility - EPR). Semua pihak harus memainkan perannya secara optimal,” katanya.

Lebih lanjut, Jumhur menyampaikan Indonesia siap menerapkan kebijakan EPR sebagai bagian dari transisi menuju ekonomi sirkular. Regulasi terkait saat ini masih dalam tahap penyusunan dan diharapkan segera rampung. 

“Indonesia sangat siap menerapkan EPR. Saat ini aturan sedang disusun, kita harapkan bisa selesai dalam waktu dekat,” ujarnya.

Menurutnya, penutupan TPA open dumping akan mendorong pemilahan sampah sejak dari hulu sehingga sampah yang telah dipilah dapat menjadi komoditas bernilai ekonomi, baik sebagai kompos maupun bahan baku industri. 

“Dengan adanya penutupan open dumping, kita harapkan pemilahan sampah di hulu terjadi. Apabila pemilahan berjalan baik, tentu sampah yang terpilah ini akan menjadi komoditi,” katanya.

“Potensi kompos dari sampah organik dan potensi bahan baku industri dari sampah anorganik. Otomatis ekonomi sirkular akan tercipta,” katanya.

Kunjungan tersebut juga membuka peluang kerja sama antara Indonesia dan Biffa Waste Management dalam mempercepat penerapan praktik pengelolaan sampah terbaik dan pengembangan ekonomi sirkular di Tanah Air.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya