Majelis Ulama Senior Iran Serukan Pembunuhan Donald Trump dan Netanyahu

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 02 Juli 2026 01:05 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Share :

TEHERAN - Para ulama senior Iran dilaporkan telah menyerukan pembunuhan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Seruan ini diumumkan di tengah terhentinya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran.

Dalam pernyataan 10 poin, Majelis Pakar mengatakan bahwa pembunuhan "presiden Amerika yang kriminal" dan "perdana menteri rezim Zionis yang jahat" adalah kewajiban agama. Pembunuhan terhadap kedua pemimpin tersebut – yang mereka sebut sebagai mahdur ad-dam, atau pantas dihukum mati – “tidak boleh diabaikan dalam keadaan apa pun”.

Seruan untuk bertindak ini muncul meskipun Washington dan Teheran telah menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan untuk mengakhiri perang Timur Tengah, yang meletus pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Iran.

Pakta 14 poin tersebut memberikan waktu 60 hari untuk menegosiasikan gencatan senjata permanen dan menyelesaikan masalah-masalah pelik termasuk masa depan program nuklir Iran.

Namun, serangan balasan selama beberapa hari di Selat Hormuz dan aksi militer Israel di Lebanon telah menekan kesepakatan perdamaian sementara tersebut.

Dalam seruan mereka agar Trump dan Netanyahu dibunuh, para ulama menulis bahwa membalas dendam atas kematian Ali Khamenei, pemimpin tertinggi yang terbunuh pada hari pertama perang, tetap menjadi "prioritas utama".

"Merupakan kewajiban bagi setiap orang yang berkewajiban dan mendapatkan akses kepada para penjahat ini untuk mengirim mereka ke neraka," tambah para ulama, sebagaimana dilansir The Telegraph.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya