"Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," ujarnya.
Adapun dalam penggerebekan terhadap bandar narkoba di wilayah Katingan, turut memakan korban jiwa dari aparat. Sebelum Bripda Nopandri Ramadhana, lebih dulu Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur dalam operasi tersebut.
Sementara untuk saat ini, petugas masih melakukan pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto yang belum diketahui keberadaannya usai terpisah dengan tim saat upaya penggerebekan bandar narkoba inisial BIO.
“Bareskrim Polri memastikan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas sebagai bentuk komitmen dalam memberikan keadilan bagi anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas,” tutup Eko.
(Fahmi Firdaus )