Tragedi Penggerebekan Narkoba di Katingan, Bripda Nopandri Ditemukan Tewas Usai Hilang di Sungai

Puteranegara Batubara, Jurnalis
Minggu 05 Juli 2026 08:39 WIB
Bripda Nopandri Ditemukan Tewas Usai Hilang di Sungai
Share :

JAKARTA - Bripda Nopandri Ramadhana personel Polres Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) dinyatakan gugur setelah peristiwa penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, pada Rabu 1 Juli 2026.

Bripda Nopandri sebelumnya dilaporkan hilang ketika peristiwa tersebut berlangsung. Setelah beberapa hari, jasadnya ditemukan tidak bernyawa di Sungai Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Sabtu, 4 Juli 2026.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. Almarhum gugur saat menjalankan tugas,” ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, Minggu (5/7/2026).

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," sambungnya.

Eko menegaskan, peristiwa yang menimpa Bripda Nopandri menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Saat ini, tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut.

"Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Eko.

Menurutnya, Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Oleh sebab itu, Ia meminta masyarakat yang memiliki informasi keberadaan para pelaku agar segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian.

 

"Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," ujarnya.

Adapun dalam penggerebekan terhadap bandar narkoba di wilayah Katingan, turut memakan korban jiwa dari aparat. Sebelum Bripda Nopandri Ramadhana, lebih dulu Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur dalam operasi tersebut.

Sementara untuk saat ini, petugas masih melakukan pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto yang belum diketahui keberadaannya usai terpisah dengan tim saat upaya penggerebekan bandar narkoba inisial BIO.

“Bareskrim Polri memastikan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas sebagai bentuk komitmen dalam memberikan keadilan bagi anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas,” tutup Eko.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya