JAKARTA - Militer Iran menyatakan akan memberikan "balasan yang menghancurkan" terhadap serangan yang dilancarkan Amerika Serikat di wilayah selatan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Markas Besar Pusat Khatam-al-Anbiya, yang mengutuk keras aksi militer AS dan menyebutnya sebagai tindakan agresi yang terang-terangan.
Khatam-al-Anbiya menegaskan, bahwa Iran tidak akan tinggal diam menghadapi serangan tersebut dan akan memberikan respons yang tegas terhadap setiap bentuk agresi dari pihak luar.
Selain mengecam serangan AS, militer Iran juga menegaskan tidak akan mengizinkan campur tangan negara lain dalam pengelolaan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dunia.
"Selat Hormuz merupakan wilayah yang berada di bawah pengelolaan Republik Islam Iran. Satu-satunya jalur aman bagi kapal komersial maupun kapal tanker minyak adalah jalur yang telah ditetapkan oleh Republik Islam Iran," demikian pernyataan militer Iran, dilansir dari Aljazeera, Rabu (8/7/2026).
Juru bicara IRGC, Hossein Mohbi, mengatakan sistem pertahanan udara IRGC berhasil menghancurkan drone tersebut setelah mendeteksi apa yang disebut sebagai aksi agresi udara militer AS.
Menurut Mohbi, pesawat nirawak itu berhasil ditembak hingga jatuh di wilayah Bushehr. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim Iran tersebut.
Pernyataan kedua belah pihak menambah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz yang memiliki peran penting dalam perdagangan energi global.
(Awaludin)