Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak jenis MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di wilayah Khormuj, Provinsi Bushehr.
Juru bicara IRGC, Hossein Mohbi, mengatakan sistem pertahanan udara IRGC berhasil menghancurkan drone tersebut setelah mendeteksi apa yang disebut sebagai aksi agresi udara militer AS.
Menurut Mohbi, pesawat nirawak itu berhasil ditembak hingga jatuh di wilayah Bushehr. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim Iran tersebut.
Pernyataan kedua belah pihak menambah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah, terutama di sekitar Selat Hormuz yang memiliki peran penting dalam perdagangan energi global.
(Awaludin)