Komando Pusat AS pun mengatakan pasukannya telah menghantam 140 target militer Iran pada Sabtu, dari total lebih dari 300 target selama tiga malam serangan. Operasi tersebut dilakukan "untuk melemahkan kemampuan Iran menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi selat tersebut."
Media pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan di sejumlah kota pelabuhan. Sebagai respons, Garda Revolusi Iran menyatakan telah menghancurkan pusat komando dan kendali serta hanggar drone di Yordania yang merupakan sekutu AS. Iran juga mengklaim menargetkan situs radar AS di Kuwait, menyerang fasilitas pendukung dan pengisian bahan bakar kapal induk AS di Oman, serta menghancurkan pusat perawatan jet dan fasilitas komando di Qatar.
Pemerintah Qatar menyatakan tiga orang, termasuk seorang anak, terluka akibat pecahan peluru yang jatuh dari serangan tersebut. Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menyebut sistem pertahanannya berhasil menghadang rudal dan drone dari Iran. Sirene peringatan juga terdengar di Bahrain dan ledakan dilaporkan terjadi di Doha.
Otoritas Manajemen Krisis dan Bencana Darurat Nasional UEA kemudian menyatakan ancaman rudal yang terdeteksi sebelumnya pada hari itu berada di luar wilayah negaranya.
Tiga rudal dari wilayah Iran dilaporkan jatuh di Yordania pada Minggu pagi. Kantor berita negara Yordania menyebut insiden tersebut menyebabkan kerusakan material ringan tanpa menimbulkan korban jiwa. Selain itu, sejumlah wilayah di Musandam, Oman, juga menjadi sasaran serangan drone pada Minggu, meski belum ada laporan mengenai korban.