"Kalau memang benar itu terjadi, harus diambil tindakan hukum. Tidak boleh hanya diselesaikan secara internal pesantren," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar peristiwa yang melibatkan oknum tidak dijadikan dasar untuk menghakimi seluruh pesantren. Menurutnya, pesantren tetap menjadi pilar penting dalam pendidikan karakter dan akhlak bangsa.
Lebih lanjut, Kiai Masduki mengimbau seluruh pesantren maupun lembaga pendidikan untuk terus mengedepankan pendekatan pendidikan yang humanis dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
"Jangan ada tindakan-tindakan yang dalam konteks mendidik justru berubah menjadi penyiksaan yang berpengaruh kepada batin maupun fisik santri,” ujarnya.
Menurutnya, momentum ini harus menjadi evaluasi agar sistem pendidikan benar-benar mendidik, bukan memberikan hukuman yang justru membahayakan fisik dan jiwa peserta didik.
(Arief Setyadi )