LONDON - Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri Inggris pada Senin, (20/7/2026) setelah Raja Charles III mengundangnya untuk membentuk pemerintahan. Dalam pidato pertamanya sebagai perdana menteri, Burnham berjanji untuk mengantarkan era baru stabilitas dan mengakhiri krisis yang menyebabkan negara itu memiliki tujuh perdana menteri dalam 10 tahun terakhir.
Pria kelahiran Januari 1970 itu mengaku terinspirasi untuk terjun ke politik setelah menonton acara televisi pada 1980-an. Ia kemudian melanjutkan studi Sastra Inggris di Universitas Cambridge sebelum memulai karier di bidang jurnalisme dan bekerja untuk publikasi perdagangan.
Dilansir Euronews, Burnham beralih ke politik di awal usia 20-an, mengambil pekerjaan sebagai peneliti untuk mendiang Tessa Jowell, mantan anggota parlemen untuk Dulwich. Pada 2001, ia terpilih sebagai anggota parlemen untuk daerah pemilihan Leigh di Greater Manchester hingga tahun 2017.
Selama waktu itu, Burnham menjabat di sejumlah posisi menteri senior, termasuk sebagai Menteri Kesehatan dan Sekretaris Utama Kementerian Keuangan.
Burnham, yang memiliki tiga anak dengan istrinya yang berkebangsaan Belanda, Marie-France van Heel, kemudian menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester, mengawasi pembangunan besar-besaran di daerah tersebut. Jabatan itu dipegangnya hingga pemungutan suara Partai Buruh pada Kamis, (16/7/2026), di mana dia menggantikan Keir Starmer sebagai pimpinan partai, sekaligus Perdana Menteri Inggris.
Penggemar klub sepak bola Everton itu akan menempati kantor perdana menteri di Downing Street di mana dia akan memberikan pidato untuk mengungkapkan visi misinya ke depan. Burnham berjanji untuk mendukung bisnis dan industri Inggris, dan mengakhiri ekonomi trickle-down yang menguntungkan golongan kaya serta memperjuangkan kepentingan semua kalangan.
(Rahman Asmardika)