Menurutnya, posisi strategis Kepulauan Meranti sebagai daerah terdepan Indonesia menyimpan potensi ekonomi dan geografis yang besar, namun masih menghadapi berbagai keterbatasan yang memerlukan dukungan pemerintah pusat.
“Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan kawasan yang berada di garda terdepan negara dengan potensi yang sangat besar,” ujarnya.
“Namun, kami juga menghadapi tantangan nyata, mulai dari keterisolasian wilayah, keterbatasan infrastruktur dasar, hingga abrasi pantai yang terus mengancam wilayah perbatasan setiap tahunnya,” lanjut Asmar.
Dia mengusulkan enam kebutuhan strategis yang dinilai mendesak. Di antaranya pembangunan pelabuhan internasional atau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai pintu keluar-masuk resmi yang dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memberikan perlindungan bagi pekerja migran melalui mekanisme yang legal, aman, dan tertib.
"Di bidang pelayanan dasar, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengajukan kebutuhan ambulans laut guna memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat di pulau-pulau terluar yang selama ini menghadapi kendala akses akibat kondisi geografis kepulauan," ujarnya.
"Kami sangat berharap alokasi program ini dapat segera direalisasikan demi menghadirkan hunian yang layak, sehat, dan aman bagi masyarakat kita di perbatasan," pungkasnya.
(Rahman Asmardika)