Di sisi lain, Hamas mengecam keras serangan terhadap dua masjid tersebut. Pejabat Hamas, Mahmoud Mardawi, menyebut aksi pembakaran itu sebagai "kejahatan fasis sistematis" dan "pelanggaran terang-terangan terhadap tempat-tempat suci Islam yang tidak dapat ditoleransi".
Menurut Mardawi, pembakaran Masjid Al-Rahma di Qusra, Provinsi Nablus, serta sebuah masjid di Desa Kour, selatan Tulkarem, merupakan "pelanggaran terhadap semua nilai-nilai agama, moral, dan kemanusiaan yang menunjukkan sejauh mana kebejatan dan fasisme pendudukan dan kelompok-kelompok pemukimnya".
Ia juga menyerukan kepada "rakyat Palestina yang teguh untuk bergerak" dalam membela masjid dan tempat-tempat suci mereka. "Rakyat Palestina yang heroik tidak akan membiarkan serangan-serangan ini dan akan berdiri sebagai penghalang yang tak tertembus terhadap pelanggaran-pelanggaran berat ini," kata Mardawi.
(Arief Setyadi )