Menkomdigi Sebut Radikalisme Mulai Menyusup di Ruang Digital

Tim iNews Media Group , Jurnalis
Jum'at 31 Juli 2026 14:21 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid
Share :

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, menegaskan bahwa radikalisasi di ruang digital tidak selalu dimulai dengan ajakan melakukan kekerasan. Proses tersebut dapat berawal dari interaksi sederhana, bantuan personal, percakapan dalam permainan daring, hingga rekomendasi konten yang terus berulang karena kerja algoritma.

“Ketika kekuatan narasi di era digital bergabung dengan kekuatan algoritma untuk sesuatu yang buruk, dampaknya akan termultiplikasi,” kata Meutya dalam sebuah diskusi dikutip, Jumat (31/7/2026).

Menurut Meutya, perpaduan narasi ekstrem dan algoritma dapat menciptakan ilusi bahwa informasi yang terus muncul di layar merupakan kebenaran. Fakta kemudian kalah oleh emosi, keyakinan, dan paparan berulang yang membentuk situasi post-truth.

Dijelaskannya, proses radikalisasi tidak terjadi secara instan. Pendekatan dapat dimulai dari uluran tangan, pemberian bantuan, pengobatan, pelunasan utang, hingga janji memperoleh pendidikan atau kehidupan yang lebih baik.

Setelah kepercayaan korban terbentuk, jaringan mulai memasukkan narasi ideologis dan mengarahkan korban pada tindakan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

Meutya juga meminta orang tua mencermati perubahan pola komunikasi anak. Dampak paparan konten berbahaya tidak selalu terlihat dalam satu atau dua hari, tetapi dapat terbentuk perlahan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

“Anak yang biasanya bercerita dari A sampai Z, perlahan hanya bercerita dari A sampai G. Kemudian berkurang menjadi A sampai C, sampai akhirnya tidak menceritakan apa pun kepada orang tuanya,” katanya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya