JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Selain mengoptimalkan pemadaman di darat, BNPB juga meningkatkan dukungan udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menambah armada pesawat, memastikan ketersediaan bahan semai, hingga membuka kemungkinan operasi dilakukan pada malam hari.
Kepala BNPB Suharyanto menginstruksikan agar pesawat OMC dapat dioperasikan secara fleksibel kapan pun diperlukan, termasuk pada malam hari apabila BMKG mendeteksi potensi pertumbuhan awan hujan. Karena itu, BMKG diminta terus memantau perkembangan awan sebagai dasar pelaksanaan operasi penyemaian.
"Baru saja kita rapat koordinasi sambil melihat OMC oleh tim gabungan, setiap hari BMKG melihat apakah bisa dilaksanakan OMC? Jadi bisa tidaknya OMC itu sangat bergantung pada awan hujan. Tidak ada alasan untuk tidak terbang selama masih ada potensi pertumbuhan awan hujan. Jadi tidak terbangnya kalau tidak ada awan hujan saja," tegas Suharyanto, Sabtu (1/8/2026).
"Ini akan menjadi atensi kami, semua pihak yang terlibat dalam OMC ini, saya perintahkan agar kalau ada pertumbuhan awan arahkan ke tempat-tempat yang terjadi pembakaran," katanya.
Menurut Suharyanto, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang hujan di wilayah terdampak sehingga mempercepat pemadaman api, mempercepat pendinginan lahan gambut, serta mencegah meluasnya kebakaran.
Untuk mendukung efektivitas operasi, BNPB juga memastikan ketersediaan stok bahan semai NaCl dan menyetujui penambahan armada pesawat OMC, termasuk pembukaan pangkalan operasi tambahan di Pangkalan Bun.
"Saya ijinkan juga kalau ada penambahan kemudian saya ijinkan juga penambahan satu di Pangkalan Bun satu, di sini (Tjilik Riwut) satu," ujarnya.
Berdasarkan data hingga Jumat (31/7), operasi OMC di Kalimantan Tengah menggunakan pesawat Caravan telah berlangsung selama empat jam penerbangan dengan penyebaran 2.000 kilogram bahan semai NaCl yang mencakup area seluas 1.777,60 kilometer persegi. Stok bahan semai yang tersedia di Posko OMC saat ini mencapai 6.000 kilogram.
Sebelumnya, BNPB telah melaksanakan OMC tahap pertama di Kalimantan Tengah pada 16–30 Juni 2026 dengan total durasi terbang 63 jam 18 menit, 31 sorti penerbangan, serta penggunaan 31.000 kilogram bahan semai.
Satgas Darat Diperkuat
Selain operasi udara, BNPB juga memperkuat Satgas Darat dalam penanganan karhutla. Berdasarkan hasil peninjauan di Pos Lapangan Siaga Darurat Karhutla Kabupaten Pulang Pisau dan rapat koordinasi di Posko OMC Bandara Tjilik Riwut, Suharyanto menginstruksikan agar personel difokuskan di titik-titik api prioritas.
Ia juga meminta proses pendinginan segera dilakukan setelah api berhasil dipadamkan, terutama di lahan gambut yang masih berpotensi mengeluarkan asap.
"Apinya sudah padam, tetapi karena lahan gambut harus segera didinginkan sampai asap itu betul-betul hilang, dan yang paling efektif dan efisien memang hujan, makanya satgas udara dan darat harus betul-betul bekerja maksimal," ujarnya.
BNPB juga akan mendistribusikan berbagai peralatan pendukung seperti bahan pemadam api, pompa air, dan kantong air lipat (flexible tank) sesuai kebutuhan di lapangan. Pemanfaatan flexible tank akan dioptimalkan di wilayah yang memiliki keterbatasan sumber air.
"Tapi hasil dari rapat tadi disampaikan bahwa flexible tank itu nanti diisi air dari heli water bombing. Jadi heli water bombing yang sekarang ada bergerak dua, sementara dua unit di titik ini (Pulang Pisau), di samping memadamkan api, juga mengisi flexible tank. Nah, nanti pasukan daratnya dari flexible tank itu menggunakan pompa kecil disiram di asap-asap yang masih mengepul," jelas Suharyanto.
Sebagai bagian dari penguatan operasi, BNPB juga mengerahkan tambahan satu regu yang terdiri atas 10 personel untuk memberikan pendampingan teknis di lokasi terdampak. Selain itu, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan perlengkapan perorangan, logistik, serta hak uang harian bagi seluruh personel agar kesiapan dan moril petugas tetap terjaga selama operasi penanganan karhutla berlangsung.
(Awaludin)