JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat koordinasi lintas instansi dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penguatan sinergi tersebut dilakukan guna memastikan penanganan karhutla, khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah, dapat berlangsung secara efektif.
Kepala BNPB Suharyanto, mengatakan penguatan koordinasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah meluasnya dampak karhutla yang tengah terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah.
Berdasarkan data terbaru, luas lahan yang terdampak kebakaran di Provinsi Kalimantan Tengah tercatat mencapai 3.069,52 hektare.
Kondisi tersebut menjadikan Kalimantan Tengah sebagai salah satu provinsi prioritas dalam penanganan karhutla, mengingat sebagian besar wilayahnya merupakan lahan gambut yang memiliki karakteristik mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
"Ini merupakan perintah dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami dari kementerian/lembaga, TNI, dan Polri, serta Pemerintah Daerah bergerak sesuai tugas pokok masing-masing. BNPB yang diamanatkan memegang komando saat tanggap dan siaga darurat turun langsung untuk memastikan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah berjalan optimal,” ujar Suharyanto dikutip Jumat (31/7/2026).
Penguatan koordinasi melalui rapat koordinasi tersebut juga menjadi langkah antisipatif menghadapi puncak fenomena El Nino yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada Agustus hingga September 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, Kepala BNPB menekankan agar seluruh unsur yang terlibat terus mengoptimalkan operasi gabungan penanganan karhutla melalui satgas darat maupun udara. Selain itu, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga akan diperkuat dengan adanya penambahan armada pesawat untuk mempercepat pengendalian kebakaran dan meminimalkan potensi meluasnya titik api.
Saat ini, dukungan operasi Satgas Udara Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah oleh BNPB terdiri dari heli patroli sebanyak dua unit, heli waterbombing tiga unit, dan pesawat jenis caravan untuk OMC.