Setelah kembali ke Jakarta, Sutrimo kemudian ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pitra menilai kondisi tersebut janggal karena, menurut informasi yang diterimanya, Sutrimo tidak memiliki riwayat penyakit.
"Dari awal dia tidak punya riwayat sakit, tiba-tiba dari mulutnya keluar busa," tutur dia.
Sejumlah kejanggalan itu, kata Pitra, menjadi alasan pihaknya mendorong pelaporan kepada polisi terkait dugaan kematian tidak wajar tersebut. Ia juga mengungkapkan adanya dorongan dari aktivis hak asasi manusia (HAM) dan aktivis sosial agar dilakukan ekshumasi.
"Artinya tidak hanya selesai di dalam pemeriksaan rumah sakit kemarin, tapi teman-teman ini menginginkan agar dilakukan ekhumasi," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )