Iran dan Oman Sepakati Rute Transit Lintasi Selat Hormuz, Teheran: Pelayaran Masih Belum Aman

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 06 Agustus 2026 14:54 WIB
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Share :

TEHERAN - Iran dan Oman telah menyepakati rute bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dan sedang memfinalisasi pengaturan untuk pengelolaan bersama jalur pelayaran tersebut, demikian disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Iran.

"Koordinat geografis rute yang direncanakan oleh kedua belah pihak telah disepakati. Jika tidak ada pihak ketiga tertentu yang menghambat proses ini, pernyataan bersama kedua negara—yang memuat pertimbangan utama dan poin-poin kesepakatan—juga sedang dalam tahap peninjauan dan penyusunan akhir," ujar juru bicara Esmaeil Baqaei pada Rabu (5/8/2026), sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah IRNA.

Menurut laporan tersebut, Baqaei mengatakan kepada para wartawan bahwa pembicaraan dengan Oman terus mengalami kemajuan. Namun, ia menegaskan bahwa meskipun kesepahaman telah tercapai, hal itu tidak berarti selat tersebut otomatis menjadi aman bagi semua kapal yang melintas.

"Faktor-faktor yang menyebabkan Selat Hormuz menjadi tidak aman masih ada, yang bersumber dari pihak Amerika Serikat—khususnya blokade angkatan laut serta tindakan agresif dan mengancam lainnya terhadap Iran dan kepentingan-kepentingannya," ujarnya.

"Otoritas yang berwenang di negara kami telah meninjau proposal tersebut dari berbagai aspek, yakni teknis, hukum, keamanan, dan lingkungan," ujar Baqaei.

Ia menggambarkan perundingan tersebut berlangsung secara "profesional" dan "produktif", seraya menambahkan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati koordinat geografis untuk rute yang diusulkan.

Iran telah terlibat konflik dengan Amerika Serikat (AS) sejak Februari, saat AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran. Iran membalas dengan serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal terhadap negara-negara Teluk yang menampung aset-aset AS.

 

AS dan Iran menyepakati gencatan senjata pada April, lalu menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan pada bulan Juni dengan tujuan mengakhiri konflik militer dan mencapai kesepakatan damai yang langgeng.

Namun, kesepakatan itu gagal bulan lalu; kedua belah pihak saling melancarkan serangan selama hampir dua minggu sebelum Trump secara tiba-tiba menghentikan pemboman di tengah kabar adanya pembicaraan untuk menyelesaikan konflik tersebut.

Sebelum perang pecah, Selat Hormuz menjadi jalur bagi sekitar seperlima ekspor minyak dan LNG dunia. Harga komoditas tersebut telah berulang kali melonjak sejak sengketa mengenai jalur perairan itu mencuat, sehingga meningkatkan tekanan ekonomi dan politik terhadap Washington untuk mengakhirinya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya