1. Gempa Kolombia Mw8,8 tahun 1906: Gempa terkuat di lepas pantai perbatasan Ekuador-Kolombia yang memicu tsunami dan menewaskan hingga 1.500 jiwa.
2 Gempa Cúcuta Mw 7,9 tahun 1875: Gempa dahsyat di dekat perbatasan Venezuela yang menyebabkan sekitar 10.000 orang meninggal dunia.
3 Gempa Armenia Mw 6,2 tahun 1999: Gempa yang mengguncang kawasan kopi (Eje Cafetero) dan menewaskan lebih dari 1.900 orang.
4. Gempa Chocó Mw 7,4 tahun 2026: Gempa kuat mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus 2026, berpusat di San José del Palmar, memicu kerusakan bangunan dan korban jiwa 132 orang (data sementara).
Daryono menegaskan, rangkaian peristiwa gempa merusak di Kolombia memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia, yang memiliki karakteristik subduksi lempeng serupa di sepanjang Samudra Hindia hingga Indonesia timur, bahwa ancaman gempa tidak hanya bersumber dari zona megathrust atau sesar aktif permukaan, melainkan juga dari fenomena intraslab kedalaman menengah yang mampu memancarkan guncangan berfrekuensi tinggi dengan spektrum wilayah terdampak yang sangat luas.
"Efisiensi perambatan gelombang seismik yang merusak bangunan non-standar hingga memicu kegagalan struktur seperti soft-story collapse menegaskan pentingnya audit ketat terhadap standar bangunan tahan gempa (building code), pemetaan risiko seismik yang mencakup sumber dalam-lempeng, serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak sekunder seperti runtuhan material dan potensi kebakaran di kawasan perkotaan padat," pungkasnya.
(Arief Setyadi )