JAKARTA - Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri mengambil sampel DNA, dari tiga ruangan di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Langkah tersebut dilakukan setelah polisi menemukan 995 benda berbentuk senjata di lokasi.
Pengambilan sampel DNA dilakukan pada Senin (10/8/2026) untuk mengidentifikasi orang-orang yang pernah masuk atau berkontak dengan tiga ruangan tersebut.
Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino de Tech mengatakan, sampel DNA telah diambil dari seluruh ruangan yang diperiksa.
“DNA dari tiga ruangan sudah diambil sampelnya semua, tujuannya untuk mengecek siapa saja yang masuk atau yang pernah berkontaminasi di dalam ruangan tiga ruangan tersebut,” kata Alpino kepada wartawan, Selasa (11/8/2026).
“Hasil temuannya masih sama. Ada airsoft gun, ada juga amunisi, ada juga magasen airsoft gun dan spare part dari senjata,” ujar Alpino.
“Totalnya ada 30 item yang telah ditemukan Puslabfor yang berkaitan dengan senjata, senjata angin, amunisi dan spare partnya,” sambungnya.
Pemeriksaan dilakukan di tiga ruangan, yakni ruang eks ketua pengurus yayasan, ruang sekretaris, serta ruang sarana-prasarana yayasan.
Sebelumnya, polisi mengungkap identitas pemilik ratusan benda berbentuk senjata tersebut. Pemiliknya disebut merupakan pria berinisial DS yang diketahui menjabat sebagai direktur PT Lokta Karya Perbakin.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penelusuran identitas menunjukkan DS merupakan direktur perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan impor senjata angin maupun airsoft gun.
“Jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun,” kata Budi, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Namun, Budi belum merinci identitas pria berinisial DS tersebut. Dia menyebut DS telah meninggal dunia pada 2020.
“Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,” ujar Budi.
(Awaludin)