JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengiriman 50 ribu paket sembako untuk korban terdampak gempa bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB.
“Bapak Presiden lewat Kementerian Sekretariat Negara juga sudah akan mengirimkan di satu-dua hari ini 50.000 paket sembako. Ini segera kami akan kirimkan untuk membantu kebutuhan logistik awal di daerah bencana,” ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto saat konferensi pers, Sabtu.
“Jadi korban terdampak, yang pertama adalah korban jiwa. Sampai dengan pukul 15.00 sore ini terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian, dua jiwa luka berat, 11 luka ringan. Kemudian, kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri,” kata Suharyanto.
Sementara itu, Suharyanto juga mengatakan tercatat ada beberapa jalan yang tertutup longsor. Puluhan rumah juga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut, namun total kerusakan masih dalam pendataan.
“Datanya nanti akan disampaikan secara rinci dan detail dari Kementerian PU. Ada beberapa rumah masyarakat, ini tentu saja didata terus, ya, di data terus, berkembang terus. Kalau yang per hari ini ada puluhan rumah yang rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan,” ujarnya.
Ia mengatakan, telah mendapatkan laporan dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahwa banyak puskesmas yang rusak. Selain itu, satu rumah sakit di Maumere juga mengalami kerusakan.
“Kemudian untuk bandara, ya, bandara dari Kementerian Perhubungan ada lima bandara yang terdampak, ya. Tetapi bukan runway yang terdampak rusak. Apakah nanti masuk rusak ringan, rusak sedang, atau rusak berat, itu di gedung terminal, ya. Ada lima,” paparnya.
(Arief Setyadi )